Sukamto dan Mimpi Sejuta Komposter

Dia menemukan alat pengolah sampah menjadi pupuk organik cair. Selain bertekad memproduksi sejuta unit komposter, dia juga memproduksi pupuk organik kemasan.more


Pestisida Nabati "Made in" Subang

Ia mengabdikan hidupnya untuk memperbaiki alam. Berjuang mengembalikan kesuburan tanah. more


Senja Sepi SK Trimurti

"Ada siapa Nah", begitu tanyanya lemah dalam bahasa jawa kepada Inah, kerabat yang setia merawat mantan mentri ini. "Saya eyang ," begitu sapa saya, sambil saya elus lembut tangan keriputnya yang tergolek lemas. Eyang Tri pun membalas dengan menggenggam tangan saya. Ia tak mengenal saya, tapi ia begitu senang melihat kedatangan saya.
Tubuhnya renta. Uzur dan sakit-sakitan. Ia merasa dilupakan.more


Gunung Ulah Dilebur, Lebak Ulah Dirusak

"Suatu saat nanti, saat manusia sudah tak mempedulikan alam lagi, akan timbul panas yang membakar, penyakit keras, makanan susah, gempa bumi. Manusia akan menderita. Semua itu akibat alam yang rusak." more


Kenangan yang Tak Memudar

Tak pernah mudah kehilangan seseorang yang kita cintai. Apalagi jika kita tak pernah tahu pasti apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal. Hari-hari berlalu dalam kegamangan antara harapan, putus asa dan kenyataan. Hanya barang-barang peninggalan jadi pegangan. Bagi keluarga aktivis yang diculik, Surat, pakaian, dan barang-barang pribadi menjadi kenangan manis tapi getir. more


Sepatumu adalah Deritaku

Anak-anak pinggiran menyuarakan nasib buruh anak Indonesia melalui film dokumenter. Awal Juli lalu film itu diputar pada Festival Anak Pinggiran.more


Membangun Surga di Maruyung

Mereka membuka kampung hijau. Hidup secara organik. Memenuhi kebutuhan sendiri. Dan, makmur.more


Sebuah Sekolah di Gang Pelangi

Sekolah alternatif itu telah membuat para perempuan sadar gender. Namun, ada yang menuduh mereka melakukan kristenisasi.more


Celaka Hantui Buruh Konstruksi

Undang-undang memang mengatur penerapan kesehatan dan keselamatan kerja. Namun, angka kecelakaan kerja tetap tinggi. Banyak kasus ditutup-tutupi.more


Tak Kapok Mengayuh Pedal

"Hanya orang gila yang mau naik sepeda ke kantor di jalanan Jakarta yang panas dan semerawut". Begitu pendapat Sacha Vandiest saat diajak teman lamanya bersepeda ke kantor. Dan saya pun berpendapat serupa, sampai saya mencoba menyusuri jalan sepanjang tebet hingga mega kuningan bersama Sacha. Hasilnya? .more


Impian Artis Lampu Merah

Sejak beberapa tahun lalu sosoknya selalu menarik hati saya. Hampir setiap hari, sepulang liputan di kantor wakil presiden, saya melihatnya berdiri di bawah patung pak tani, lengkap dengan seragam SD-nya. Hingga satu hari, berbekal coklat, saya menghampiri dan berkenalan dengannya. "Riska," ucapnya malu-malu. Sejurus kemudian kami sudah ngobrol asik di bawah pohon di tengah bundaran patung pak tani. "Kak, ada apa sih didalamnya. Setiap hari bisanya cuma liat dari sini doang, pengin deh masuk. Tapi takut," tanyanya sambil menunjuk ke arah Hotel Arya Duta. Matanya terbelalak tak percaya, ketika tangannya saya gendeng memasuki hotel mewah itu. Saya sempat khawatir Riska pingsan, karena mukanya pucat dan tangannya dingin, ketika kakinya melangkah masuk pintu hotel. Betapa kuat perjuangan gadis kecil ini menggapai cita.
Meski kepala sekolah melarang dan diusir polisi.more


Bawa Aku Pulang!

Inilah salah satu liputan terberat saya. Berada di tengah bocah-bocah yang rindu pelukan dan belaian sayang, selama 24 jam, benar-benar menguras seluruh tenaga dan emosi saya. Sekuat tenaga saya menahan butiran bening, yang kerap nyelonong menetes. Terlebih saat mereka menahan saya pulang, hingga sepatu saya mereka sembunyikan. Cuma sekejap dekapan hangat yang bisa saya berikan. Mereka cuma rindu cium sayang bunda dan dekapan hangat ayah. Mereka haus belaian sayang. Mereka rindu keluarga.more


Rama Menulis dengan Hati dan Rasa

Kisah jurnalis tunanetra yang gigih mencari berita, meski tak mampu melihat dunia.Rama Aditia (25) bukan jurnalis sembarangan. Ia seorang jurnalis tunanetra. Lelaki ini memulai karier dari media Mitra Netra News Online dua tahun lalu, sebuah situs yang dikelola oleh para tunanetra di Jakarta. Kini ia bekerja untuk sebuah situs terkenal, detik.com.more


Susi Susanti Tak Tersentuh Askeskin

Dia berjuang melawan radang otak. Ada tipu dan janji-janji.more


Manis dan Pahitnya Petani Tebu

“WIS. Pokoknya lebih enak sekarang daripada dulu! Enak sekarang daripada dulu! Pokoknya saya itu kalau kurang (modal), ngambil biaya dari pabrik dikasih untuk kerja berapa hektare. Pokoknya enak sekarang daripada dulu!” Mulyo (50), petani tebu itu bersemangat menceritakan kisah suksesnya.more

Yang Bohong Soal Lumpur Porong

Hari itu Tri Utami hanya terpaku memandangi rumahnya yang terendam lumpur panas. Ibu muda yang tinggal di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, ini marah dan kecewa. Ia tidak rela rumah yang ditinggalinya sejak kecil itu disapu lumpur panas.more

0 comments:

Older Post Home